Kurikulum Merdeka dirancang untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Konsep Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) menjadi kerangka utama dalam perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemahaman dan integrasi CP, TP, dan ATP oleh guru, keterbatasan sarana prasarana, serta keberagaman karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran tematik terpadu dalam pengembangan ATP dan modul ajar kontekstual berbasis analisis capaian pembelajaran siswa Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tematik terpadu relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka karena mampu mengintegrasikan berbagai muatan pelajaran dalam satu tema yang kontekstual dan bermakna bagi siswa, khususnya di kelas awal. Namun demikian, guru masih memerlukan pendampingan dalam menyusun ATP yang adaptif terhadap kebutuhan dan keberagaman siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru dan pengembangan modul ajar kontekstual sebagai strategi untuk mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Copyrights © 2025