Pembangunan inklusif mencakup upaya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang rentan seperti penyandang disabilitas. Partisipasi penyandang disabilitas dalam pasar tenaga kerja dapat meningkatkan kedaulatan mereka untuk tidak dilabeli stigma negatif serta dari segi ekonomi, untuk berdaulat dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Penelitian ini menggunakan data Sakernas untuk melihat bagaimana probabilitas partisipasi penyandang disabilitas dalam pasar tenaga kerja di Indonesia dengan metode analisis logit dan efek marjinal. Hasilnya, Angkatan kerja penyandang disabilitas memiliki kecenderungan bekerja dibandingkan dengan non-penyandang disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa peraturan pemerintah dalam mendukung penyandang disabilitas mendapatkan akses yang setara sudah cukup berhasil, oleh karena itu perlu peningkatan akses informasi maupun teknologi serta fasilitas Kesehatan yang baik untuk seluruh penduduk khususnya penyandang disabilitas untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.
Copyrights © 2025