Transformasi pendidikan berbasis teknologi telah mengubah secara fundamental paradigma pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Guru, sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan, dituntut untuk tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital dan adaptasi terhadap inovasi teknologi pembelajaran. Profesionalisme guru dalam konteks ini menjadi aspek krusial yang menentukan keberhasilan implementasi pendidikan berbasis teknologi secara berkelanjutan. Perubahan lanskap pendidikan yang cepat menuntut guru untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka melalui pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Penerapan teknologi seperti pembelajaran daring, platform digital, serta kecerdasan buatan dalam pendidikan menuntut guru untuk mampu berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan reflektif. Oleh karena itu, profesionalisme guru tidak lagi sebatas pada penguasaan materi dan strategi mengajar konvensional, melainkan juga kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran yang bermakna. Namun demikian, masih banyak guru yang menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya pelatihan digital, serta resistensi terhadap perubahan. Faktor-faktor tersebut dapat menghambat peningkatan profesionalisme guru di era digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan yang sistematis dari lembaga pendidikan dan pemerintah untuk menyediakan pelatihan, infrastruktur, serta lingkungan belajar yang mendukung transformasi teknologi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru memaknai profesionalisme dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi, serta strategi yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji pengalaman guru dalam mengadopsi teknologi pendidikan di lingkungan sekolah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru di era digital ditandai oleh tiga komponen utama: (1) penguasaan teknologi pembelajaran, (2) kemampuan inovasi dalam desain instruksional, dan (3) komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan. Ketiga komponen tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan berbasis teknologi di masa depan.
Copyrights © 2025