Kualitas tidur pada perawat dinas malam akan mempengaruhi tingkat stres. Kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi kondisi emosional dan fisik. Dampak dari kulitas tidur yang buruk seperti gangguan emosional, cemas, depresi, sulit berkonsentrasi dan yang utama adalah stres. Tingkat stres yang dialami perawat akan dapat mempengaruhi asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah perawat rawat inap Rumah Sakit Awal Bros yang sudah mendapatkan dinas malam. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi-squere. Hasil penelitian menggunakan analisa chisquere, terbukti bahwa p value 0,000 yang berada dibawah 0,05 (0,000<0,05). Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tingkat stres. Nilai Correlation coeficient ditemukan sebesar 0,704. Dengan nilai korelasi tersebut maka didapatkan adanya korelasi yang bermakna kuat antara kualitas tidur dengan tingkat stres. Nilai koefisien korelasi yang negative dapat diartikan bahwa arah korelasi berlawanan, dengan arti semakin buruk kualitas tidur perawat maka semakin tinggi tingkat stres dan sebaliknya semakin baik kualiatas tidur perawat maka semakin rendah tingkat stres perawat di Rumah Sakit Awalbros Pekanbaru. Terdapat keeratan hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat stres pada perawat dinas malam Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.
Copyrights © 2025