Lama waktu pulih sadar pasien pasca general anestesi dipengaruhi oleh posisi tubuh, karena posisi menentukan kualitas ventilasi, oksigenasi, dan sirkulasi otak. Pada posisi semi fowler, kepala dan dada ditinggikan 30-45 derajat, memperbaiki ekspansi paru, meningkatkan pertukaran oksigen, memperlancar aliran darah ke otak, serta mengurangi risiko aspirasi. Kondisi ini mempercepat tercapainya kesadaran penuh karena otak lebih cepat mendapat suplai oksigen adekuat. Sementara itu, posisi lateral membantu drainase sekret jalan napas dan menurunkan risiko aspirasi, namun distribusi ventilasi tidak seoptimal semi fowler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian tindakan posisi semi fowler dan lateral terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan general anestesi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan two group post test design only yang dilakukan di Ruang Recovery Room IBS RSUD Dr. H. Soewondo Kendal pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2025. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah stopwatch, Skala Aldrete, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pulih sadar sesudah diberikan posisi semi fowler pada responden rata-rata 363 detik atau 6 menit 3 detik, sementara pada posisi lateral rata-rata 410 detik atau 6 menit 50 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata lama waktu pulih sadar pada kedua posisi tersebut (p value = 0,006). Oleh karena itu, perawat di Ruang Recovery Room perlu mengintegrasikan intervensi pengaturan posisi sebagai bagian dari SOP pemulihan pasca general anestesi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.
Copyrights © 2025