Ahmad Ikhlasul Amal
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN PURSED LIPS BREATHING EXERCISE DAN FORWARD LEANING POSITION TERHADAP FREKUENSI NAFAS DAN SATURASI OKSIGEN PASIEN ASMA A’an Tri Purnawati; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752513

Abstract

Sesak napas merupakan keluhan utama penderita asma yang berdampak pada peningkatan frekuensi napas dan penurunan saturasi oksigen. Intervensi non-farmakologis yang dapat diberikan adalah pursed lips breathing exercise dan forward leaning position yang bertujuan memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pursed lips breathing exercise dan forward leaning position terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pasien asma. Metode penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 32 pasien asma (16 kelompok intervensi, 16 kontrol) dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan SOP. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata frekuensi napas kelompok intervensi sebelum perlakuan 21,75x/menit menjadi 16,88x/menit setelah perlakuan, dengan saturasi oksigen meningkat dari 93,06% menjadi 97,56%. Pada kelompok kontrol, frekuensi napas menurun dari 22,06x/menit menjadi 18,56x/menit dan saturasi oksigen meningkat dari 92,81% menjadi 95,25%. Terdapat perbedaan signifikan pada frekuensi napas dan saturasi oksigen pasien asma setelah intervensi (p=0,000). Pursed lips breathing exercise dan forward leaning position efektif menurunkan frekuensi napas dan meningkatkan saturasi oksigen pasien asma dibandingkan dengan perawatan standar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEPATUHAN PEMAKAIAN INSULIN DAN TEKNIK PENYUNTIKAN INSULIN DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL Nur Afifah; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752572

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Keberhasilan terapi insulin dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai penggunaan serta teknik penyuntikan insulin yang benar. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan kepatuhan penggunaan insulin dan ketepatan teknik penyuntikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien DM dengan kepatuhan pemakaian insulin serta teknik penyuntikan insulin. Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM pengguna insulin di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Sampel sebanyak 40 responden dipilih dengan teknikpurposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan (DKQ-24), kuesioner kepatuhan (MMAS-8), dan lembar observasi teknik penyuntikan insulin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki pengetahuan cukup (67,5%), kepatuhan pemakaian insulin kategori sedang (70,0%), serta teknik penyuntikan insulin tepat (52,5%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pemakaian insulin (p = 0,0001) serta hubungan bermakna dengan teknik penyuntikan insulin (p = 0,000). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus dengan kepatuhan pemakaian insulin dan teknik penyuntikan insulin di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Peningkatan edukasi pasien sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi insulin dan mencegah komplikasi DM.
PERBANDINGAN POSISI SEMI FOWLER DENGAN POSISI LATERAL TERHADAP LAMANYA WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN POST GENERAL ANESTESI Dwi Adityan Prastyo; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752632

Abstract

Lama waktu pulih sadar pasien pasca general anestesi dipengaruhi oleh posisi tubuh, karena posisi menentukan kualitas ventilasi, oksigenasi, dan sirkulasi otak. Pada posisi semi fowler, kepala dan dada ditinggikan 30-45 derajat, memperbaiki ekspansi paru, meningkatkan pertukaran oksigen, memperlancar aliran darah ke otak, serta mengurangi risiko aspirasi. Kondisi ini mempercepat tercapainya kesadaran penuh karena otak lebih cepat mendapat suplai oksigen adekuat. Sementara itu, posisi lateral membantu drainase sekret jalan napas dan menurunkan risiko aspirasi, namun distribusi ventilasi tidak seoptimal semi fowler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian tindakan posisi semi fowler dan lateral terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan general anestesi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan two group post test design only yang dilakukan di Ruang Recovery Room IBS RSUD Dr. H. Soewondo Kendal pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2025. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah stopwatch, Skala Aldrete, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pulih sadar sesudah diberikan posisi semi fowler pada responden rata-rata 363 detik atau 6 menit 3 detik, sementara pada posisi lateral rata-rata 410 detik atau 6 menit 50 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata lama waktu pulih sadar pada kedua posisi tersebut (p value = 0,006). Oleh karena itu, perawat di Ruang Recovery Room perlu mengintegrasikan intervensi pengaturan posisi sebagai bagian dari SOP pemulihan pasca general anestesi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCULOSIS Rocha Ananda Indraswari; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752683

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan melalui media audio-visual terhadap perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan populasi 380 pasien TBC di RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Sampel sebanyak 24 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan skor rata-rata perilaku pencegahan pada kelompok intervensi meningkat dari 57,29% menjadi 86,45% setelah perlakuan. Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p = 0,002; <0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p = 0,131; >0,05). Perbandingan pasca-intervensi juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol (p = 0,000; <0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa edukasi melalui media audio-visual efektif meningkatkan perilaku pencegahan penularan TBC. Disarankan untuk melibatkan keluarga dalam pemantauan pasien di rumah guna mengoptimalkan upaya pencegahan.
PENGARUH SLIMBER ICE TERHADAP INTENSITAS RASA HAUS DAN JUMLAH ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA Catarina Helen Natalia; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752762

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh intervensi non-farmakologis slimber ice terhadap tingkat rasa haus dan jumlah cairan yang dikonsumsi pasien penderita Penyakit Ginjal Kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan metode satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intensitas rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sementara asupan cairan diukur dengan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji t berpasangan ( paired t-test) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada nilai rata-rata VAS sebesar 4,611 poin setelah intervensi, dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Demikian pula, rata-rata asupan cairan berkurang sebanyak 784,44 ml, menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa slimber ice efektif dalam mengurangi rasa haus dan asupan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi ini merupakan alternatif yang praktis, ekonomis, dan mudah diaplikasikan di unit hemodialisis.
EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING DAN KEGEL’S EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN WAKTU PULIH BERKEMIH PADA PASIEN KATETERISASI POST-OPERASI LAPARATOMY Novi Sulistyoningsih; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752866

Abstract

Sebagian besar pasien pasca operasi laparatomi dilakukan pemasangan kateterisasi. Anestesi saat pembedahan dapat mengintervensi saraf otonom sehingga menyebabkan atonia kandung kemih, sedangkan kateterisasi menyebabkan atrofi dan penurunan tonus otot kandung kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan post test only with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisis menggunakan uji independent t test menunjukkan nilai p value 0,0001 (p < 0.05), yang berarti terdapat efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih pada pasien kateterisasi pasca operasi laparatomi di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Rerata waktu pulih berkemih pada kelompok intervensi adalah 4,88 jam, sedangkan kelompok kontrol adalah 2,90 jam. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan tinjauan terapi alternatif pemulihan kandung kemih.