Kelelahan merupakan menurunnya daya atau kekuatan otot dan tulang yang diakibatkan habisnya energi atau tenaga serta terdapatnya sisa dari proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomi terhadap kelelahan kerja pada pekerja bengkel las “Jasa Delima” di Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan observasional. Jumlah sampel sebanyak 5 informan utama dan 2 informan triangulasi. Data yang diambil yaitu tingkat risiko ergonomi melalui penilaian terhadap postur janggal (leher, tulang punggung, lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan), beban kerja, genggaman tangan, dan aktivitas menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Hasil menunjukkan bahwa tingkat risiko ergonomi berdasarkan skor penilaian REBA (Rapid Entire Body Assessment) diperoleh skor paling rendah 7 dan paling tinggi adalah 11. Seluruh aktivitas pekerjaan menggunakan postur kerja yang janggal, gerakan repetitif dan durasi waktu yang lama. Desain stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat memperparah kelelahan pekerja.
Copyrights © 2025