Bendungan Karangnongko yang terletak pada perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora di Sungai Bengawan Solo memiliki Pelimpah yang terdiri dari 9 pelimpah dengan pintu radial, pelimpah bebas, dan 2 pipa PLTM. Bendungan Karangnongko dibangun sebagai penyuplai air irigasi, air baku, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan pengendalian banjir. Dalam proses perencanaannya, diperlukan analisa desain menggunakan uji model untuk mengetahui karakteristik alirannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah Bendungan Karanongko menggunakan pendekatan teoritis dan permodelan Computational Fluid Dynamics (CFD), kemudian dilakukan perbandingan kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah antara pendekatan teoritis dan permodelan CFD dengan uji model fisik. Kedua metode tersebut dibandingkan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk mengetahui kemiripan kedua metode tersebut. Analisis menggunakan skema debit banjir rancangan Q100, Q1000, dan QPMF dengan setiap debit banjir menggunakan skema bukaan 9 pintu yang memiliki ketinggian bukaan menyesuaikan debit yang lewat. Perbandingan ketiga metode tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk menilai keakuratan tiap metode.
Copyrights © 2026