Pariwisata perkotaan tidak dapat dilepaskan dari peran arsitektur sebagai pembentuk ruang, citra, dan pengalaman wisata. Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki potensi pariwisata yang beragam, baik dari sisi fisik, sosial, maupun budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary) di Kota Semarang dengan meninjau keterkaitannya terhadap arsitektur dan ruang kota. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini tidak difokuskan pada satu objek atau kawasan tertentu, melainkan pada skala kota untuk memperoleh gambaran umum mengenai keterkaitan komponen 4A dengan elemen arsitektur pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata perkotaan di Kota Semarang tidak hanya ditentukan oleh keberadaan objek wisata tunggal, tetapi oleh keterkaitan antara elemen arsitektur kota, struktur ruang perkotaan, serta sistem pendukung pariwisata yang membentuk pengalaman wisata secara menyeluruh.
Copyrights © 2026