Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MASJID AGUNG BANTEN DALAM KAJIAN ANTROPOLOGI ARSITEKTUR Pahleva Wahyono, Sharfina Bella; Rosita Maharani, Maria
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.280

Abstract

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi umat Islam. Tersebarnya agama Islam di seluruh dunia, membentuk karakteristik masjid yang berbeda-beda sesuai dengan adat dan budaya setempat. Pada Pulau Jawa, karakteristik masjid, khususnya masjid agung, dapat dilihat pada lokasi, denah, bentuk atap, dan lansekapnya. Pada kajian ini bertujuan mengetahui perpaduan budaya pada Masjid Agung Banten yang dilihat dari desain bangunan, susunan ruang, dan fungsi ruang pada Masjid Agung Banten melalui pendekatan antropologi arsitektur. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik didapatkan hasil bahwa karakteristik Masjid Agung Banten berdasarkan kajian antropologi arsitektur adalah semua bagian pada bangunan masjid memiliki makna tertentu yang berkaitan dengan kehidupan manusia, budaya setempat, serta ajaran Islam sebagai acuannya.
KOMPONEN 4A PARIWISATA KOTA SEMARANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF ARSITEKTUR Pahleva Wahyono, Sharfina Bella; Rosita Maharani, Maria
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 3 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i3.528

Abstract

Pariwisata perkotaan tidak dapat dilepaskan dari peran arsitektur sebagai pembentuk ruang, citra, dan pengalaman wisata. Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki potensi pariwisata yang beragam, baik dari sisi fisik, sosial, maupun budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary) di Kota Semarang dengan meninjau keterkaitannya terhadap arsitektur dan ruang kota. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini tidak difokuskan pada satu objek atau kawasan tertentu, melainkan pada skala kota untuk memperoleh gambaran umum mengenai keterkaitan komponen 4A dengan elemen arsitektur pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata perkotaan di Kota Semarang tidak hanya ditentukan oleh keberadaan objek wisata tunggal, tetapi oleh keterkaitan antara elemen arsitektur kota, struktur ruang perkotaan, serta sistem pendukung pariwisata yang membentuk pengalaman wisata secara menyeluruh.