Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik wirid pasukuan yang dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat di Jorong Data Sungai Puar, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Wirid pasukuan melibatkan empat suku, yaitu Piliang, Koto, Caniago, dan Sikumbang, yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah jamaah maupun di mushola yang telah ditetapkan. Praktik wirid ini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memungkinkan terjadinya interaksi, komunikasi, dan penguatan hubungan antaranggota masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wirid pasukuan dalam menguatkan kohesi sosial serta melihat pengaruh kohesi sosial terhadap keberlangsungan komunitas wirid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan jamaah wirid yang aktif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirid pasukuan berperan signifikan dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mempererat ikatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan solidaritas, rasa kebersamaan, serta nilai gotong royong dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, wirid pasukuan berkontribusi penting dalam menciptakan keharmonisan dan stabilitas sosial di Jorong Data Sungai Puar.
Copyrights © 2026