Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya bencana lahar dingin di Nagari Bukik Batabuah yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Kerusakan harta benda, kehilangan anggota keluarga, serta trauma mendalam mendorong masyarakat untuk mencari makna atas peristiwa yang dialami. Dalam kondisi tersebut, religiusitas menjadi salah satu sumber kekuatan spiritual dan pegangan hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi religiusitas masyarakat serta menggambarkan kondisi religiusitas masyarakat pasca bencana lahar dingin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat terdampak bencana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas masyarakat pasca bencana dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pengalaman, kehidupan, dan intelektual. Peningkatan religiusitas tercermin melalui tumbuhnya solidaritas sosial, kebersamaan, dan aktivitas keagamaan yang memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat.
Copyrights © 2026