Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pengelolaan kas terhadap keberlanjutan usaha kedai kopi di sekitar area tambang PT Freeport Indonesia, Papua. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan observasi terhadap pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki tingkat literasi keuangan rendah hingga sedang. Mereka belum menerapkan pencatatan keuangan yang sistematis, belum memisahkan kas pribadi dan kas usaha, serta belum memahami pentingnya dana cadangan. Kondisi ini membuat usaha menjadi tidak stabil, terutama saat terjadi penurunan aktivitas tambang. Sebaliknya, pelaku usaha dengan literasi keuangan tinggi mampu mengelola kas secara lebih efisien, menjaga arus keuangan, dan mempertahankan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menyarankan perlunya program pelatihan dan pendampingan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di sekitar area tambang guna meningkatkan kemampuan manajerial dan ketahanan usaha mereka.
Copyrights © 2026