Penguatan demokrasi di tingkat desa menghadapi tantangan signifikan berupa budaya politik parokial dan praktik transaksional yang merusak rasionalitas pemilih. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penghambat sosiokultural dan ekonomi serta merumuskan strategi penguatan partisipasi demokrasi melalui modal sosial, kepemimpinan, dan literasi politik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi pustaka, di mana data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi budaya parokial dan politik uang dapat dimitigasi melalui penguatan modal sosial berbasis kepercayaan dan norma. Keberhasilan praktik politik non-transaksional di beberapa wilayah membuktikan bahwa gaya kepemimpinan kepala desa yang demokratis dan implementasi literasi politik secara holistik efektif meningkatkan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan. Kesimpulannya, transformasi dari budaya parokial menuju budaya partisipan memerlukan sinergi antara integritas pemimpin, pemberdayaan masyarakat melalui literasi yang masif, serta transparansi tata kelola desa guna menciptakan ekosistem demokrasi lokal yang berkelanjutan dan akuntabel.
Copyrights © 2025