Perkembangan era digital menuntut guru memiliki kemampuan adaptasi tinggi, namun di wilayah rural seperti Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, tantangan keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan guru dan partisipasi dalam komunitas belajar terhadap learning agility guru SD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research dan melibatkan 137 guru yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap learning agility (p < 0,05), sedangkan partisipasi dalam komunitas belajar tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap learning agility, dengan kontribusi sebesar 67%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan guru menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas adaptasi pembelajaran di tengah keterbatasan, sementara partisipasi dalam komunitas belajar perlu diarahkan lebih strategis agar berdampak nyata terhadap pengembangan profesional guru. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur pengembangan kapasitas guru di daerah rural sekaligus memberikan arah kebijakan untuk mendukung transformasi pendidikan berbasis digital.
Copyrights © 2025