Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pendidikan kesiapsiagaan masyarakat Wilayah Aisyiyah Aceh dalam menghadapi bencana, dengan fokus pada tiga aspek utama: pengetahuan bencana, rencana kegiatan menghadapi bencana, dan peringatan bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik simple random sampling dipilih karena memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel. Metode ini memastikan hasil penelitian yang objektif, representatif, mudah diterapkan, serta meminimalkan bias dalam pengambilan data.Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 orang anggota komunitas Aisyiyah di Banda Aceh sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa "Siap" dalam menghadapi bencana, dengan 44,4% responden berada pada kategori tersebut. Sementara itu, 33,3% responden merasa "Sangat Siap", dan 22,2% merasa "Kurang Siap". Pada aspek pengetahuan bencana, meskipun sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang memadai, masih ada kelompok yang membutuhkan edukasi lebih lanjut. Pada aspek rencana kegiatan menghadapi bencana, mayoritas responden merasa siap, namun 27,8% belum sepenuhnya siap. Sedangkan pada aspek peringatan bencana, meskipun sebagian besar responden siap, masih ada 22,2% yang merasa kurang siap. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi penguatan literasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas, khususnya melalui peran organisasi sosial seperti Aisyiyah dalam menyebarkan edukasi dan simulasi evakuasi yang inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk merancang kebijakan mitigasi bencana yang lebih partisipatif dan berkeadilan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan wilayah yang sempit dan penggunaan kuesioner sebagai satu-satunya instrumen, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Oleh karena itu, studi lanjutan dengan pendekatan campuran dan melibatkan lebih banyak komunitas diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Copyrights © 2025