Remaja tunagrahita memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan reproduksi akibat keterbatasan kognitif dan rendahnya akses pendidikan seksual yang sesuai sehingga berdampak pada minimnya keterampilan personal hygiene serta potensi perilaku seksual tidak aman. Selain itu, asesmen pembelajaran seksual adaptif di Indonesia masih belum terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan menelaah asesmen yang digunakan dalam pendidikan seksual adaptif serta kontribusinya terhadap peningkatan personal hygiene reproduksi remaja tunagrahita. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur deskriptif terhadap 20 publikasi tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung, media visual konkret, dan penguatan positif efektif meningkatkan keterampilan kebersihan genital, manajemen menstruasi, serta pemahaman batas tubuh pribadi. Asesmen performa melalui observasi terstruktur merupakan pendekatan paling sesuai untuk menilai keterampilan fungsional. Kebaruan kajian ini terletak pada pemetaan asesmen personal hygiene reproduksi yang berorientasi pada kemandirian serta rekomendasi penguatan kurikulum keterampilan hidup di SLB guna meningkatkan perlindungan diri dan kualitas hidup remaja tunagrahita.
Copyrights © 2026