Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan relevansi kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Salah satu teknologi yang semakin berkembang dan penting untuk diterapkan di dunia industri adalah sistem smart building berbasis KNX. Namun, kurikulum di SMK belum sepenuhnya mengakomodasi kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, seperti instalasi perangkat, konfigurasi menggunakan software ETS, dan pemrograman sistem KNX. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan dalam instalasi smart building berbasis KNX sebagai dasar pengembangan kurikulum di SMK. Studi ini dilakukan melalui observasi lapangan serta validasi dokumen hasil telaah kurikulum dan pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Hasil observasi menunjukkan bahwa teknologi KNX telah digunakan secara luas dalam sistem otomasi bangunan, dan kompetensi terkait sangat dibutuhkan oleh dunia kerja. Dokumen ATP yang disusun telah divalidasi oleh guru kejuruan, wakil kepala sekolah urusan kurikulum, dan perwakilan industri dengan hasil penilaian yang menunjukkan kelayakan dan relevansi tinggi terhadap standar pembelajaran SMK dan kebutuhan industri. Studi ini merekomendasikan integrasi kompetensi KNX ke dalam kurikulum SMK, pengembangan perangkat ajar berbasis proyek, pelatihan guru, serta penguatan kemitraan dengan dunia industri sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Copyrights © 2025