Penelitian ini mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengembangkan bisnis center berbasis Technopark di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan menganalisis kontribusinya terhadap kesejahteraan warga sekolah. Berangkat dari keterbatasan sumber pendanaan dan kebutuhan penguatan fasilitas praktik vokasi, sekolah menginisiasi Technopark sebagai unit usaha yang terintegrasi dengan kurikulum dan praktik produksi (teaching factory). Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik purposive sampling yang melibatkan kepala sekolah, direktur Technopark, guru produktif, siswa, dan stakeholder mitra. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi; validitas diperkuat melalui triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara sistematis sehingga Technopark menjadi wahana pembelajaran sekaligus sumber pembiayaan alternatif. Surplus usaha dialokasikan untuk insentif guru, beasiswa siswa, peningkatan sarana praktik, dan program pengembangan kompetensi. Kendala utama ditemukan pada keterbatasan SDM manajerial dan belum terformulasinya indikator kinerja terukur. Penelitian merekomendasikan perumusan KPI, penguatan kapasitas manajerial, dan diversifikasi produk untuk menjaga keberlanjutan.
Copyrights © 2025