Sebagai lembaga pendidikan pondok pesantren berperan penting dalam membentuk mental dan karakter peserta didiknya. Pesantren tidak hanya sebatas memberikan pendidikan agama tetapi juga seperti pendidikan kewirausahaan. Akan tetapi dalam penerapannya pesantren menghadapi tantangan, yaitu mengintegrasikan kurikulum pesantren dan edupreneurship, jika integrasi kurikulum tersebut tidak dirancang dengan baik maka pendidikan edupreneurhip berisiko hanya akan menjadi sebatas program tambahan yang bersifat temporer dan formalitas. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi dan dampak program edupreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah dalam membentuk mental kewirausahaan santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang persepsi dan pengalaman dari subjek yang diteliti. Informan dari penelitian ini adalah pengurus program kelas akhir dan santri kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisa data terdiri dari beberapa tahapan yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi program eudpreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah berangkat dari moto pesantren Al-Amien “iman sempurna, ilmu luas, amal sejati”, sementara pelaksanaannya terdiri dari pembekalan teori, pelaksanaan rihlah iqtishodiyah, membuat laporan hasil kegiatan, untuk terlaksananya program tersebut TMI Al-Amien menjalin kerja sama dengan unit-unti usaha. Sedangkan dampak dari progam edupreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah dalam membentuk mental santri adalah, santri mengembangkan keterampilan berbisnis, peningkatan kreativitas dan inovasi, pemberdayaan dan kepercayaan diri santri, tumbuhnya motivasi untuk berwirausaha.
Copyrights © 2026