Latar belakang studi didasarkan pada kekhawatiran meluas mengenai restrukturisasi neurologis anak akibat dominasi gadget yang bersifat instan dan taktil. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menjelaskan bagaimana sifat struktural medium elektronik memengaruhi rasio indra dan memicu ketergantungan sensorik anak, terlepas dari konten yang dikonsumsi. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan interpretif teoretis, melibatkan analisis literatur mendalam dan observasi pola interaksi anak-orang tua. Hasil utama menunjukkan bahwa ketergantungan gadget adalah manifestasi klinis dari "Narcissus as Narcosis," di mana kecepatan umpan balik yang instan dari medium menyebabkan mati rasa sensorik terhadap lingkungan nyata yang lebih lambat. Medium elektronik, alih-alih menyatukan dalam Global Village, justru menciptakan "Suku Digital" yang terfragmentasi secara interpersonal di tingkat keluarga. Simpulan menegaskan bahwa intervensi harus berfokus pada pemulihan keseimbangan sensorik melalui stimulasi fisik dan motorik kasar, sebagai "pesan tandingan" terhadap dampak restrukturisasi indra yang diakibatkan oleh medium elektronik.
Copyrights © 2025