Proyek konstruksi dikatakan sukses apabila dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan yang telah dijadwalkan, sesuai dengan anggaran, dan spesifikasi yang diinginkan. Pada pelaksanaan proyek konstruksi, keterlambatan proyek dapat menyebabkan kerugian bagi owner maupun penyedia jasa konstruksi. Salah satu penyebab keterlambatan adalah Contract Change Order (CCO). Dalam Proyek Pembangunan Penyengker dan Papan Nama Sekolah TK. Negeri Pembina Tegallaang terjadi CCO sehingga dilakukanlah analisis pengaruh Contract Change Order (CCO) terhadap waktu penyelesaian proyek. Untuk mengetahui kegiatan – kegiatan yang mengalami CCO dan waktu penyelesaian proyek setelah dilakukannya CCO digunakan dua metode. Metode yang pertama adalah dengan cara membandingkan volume dari data kuantitatif yang di dapat langsung dari kontraktor dengan volume yang di dapat langsung di lapangan. Metode yang kedua adalah menggunakan data kuantitatif, data tersebut diolah dengan aplikasi aplikasi Microsoft Project dengan cara membandingkan durasi rencana dan durasi realisasi. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule Rencana, laporan Harian, laporan Mingguan, dan kalender proyek. Dari 39 item pekerjaan yang dianalisis, kegiatan yang mengalami CCO berjumlah 18 pekerjaan dibagi menjadi 2 bagian yaitu kegiatan yang mengalami penambahan volume pekerjaan yaitu berjumlah 5 pekerjaan dan kegiatan yang mengalami pengurangan volume pekerjaan yaitu berjumlah 13 pekerjaan. Waktu penyelesaian kegiatan-kegiatan setelah CCO sesudah dilakukannya analisis pada Microsoft Project 2007 yaitu sejumlah 76 hari dari waktu rencana 60 hari. Sehingga mengalami penambahan waktu pelaksanaan selama 16 hari.
Copyrights © 2025