Penelitian ini ingin melihat bagaimana bangunan baja yang diperkuat dengan cara khusus, yaitu gabungan bresing X dan canggah wang (BX-CW), akan bereaksi saat terjadi gempa. Canggah wang ini seperti penyangga miring yang biasa ditemukan di bangunan Bali. Kita akan perhatikan berapa cepat bangunan bergetar, seberapa besar gaya yang diterima saat gempa, seberapa jauh bangunan bergeser, dan seberapa besar pergeseran antar lantainya. Perbandingan perilaku pada gedung Rangka Terbuka (R-T) dengan gedung Bresing X (B-X), dan gedung yang dikombinasikan dengan Cangga Wang (BX-CW), untuk periode yang terbesar diantara kelima model terjadi pada struktur gedung Rangka Terbuka (R-T). Untuk gaya geser dasar terbesar diantara kelima model terjadi pada struktur bangunan BX-CW 1. Untuk simpangan terkecil terjadi pada struktur gedung BX-CW 1 baik arah X maupun arah Y. Berdasarkan hasil yang didapatkan simpangan maksimum dan simpangan antar lantai kelima model struktur gedung masih lebih kecil dari simpangan maksimum ijin dan simpangan antar lantai ijin. Analisis data menunjukkan bahwa penerapan bresing dan canggah wang pada struktur lantai baja berkontribusi pada peningkatan kapasitas beban, khususnya pada elemen kolom dalam merespon gaya geser.
Copyrights © 2025