Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, sehingga memerlukan sistem struktur bangunan yang mampu merespons beban gempa secara efektif. Penelitian ini membandingkan kinerja seismik dua konfigurasi sistem bracing pada struktur rangka baja 4 lantai: Rangka Pengaku Konsentris tipe X (CBF-X) dan Rangka Pengaku Eksentris tipe Inverted-V (EBF-Inverted V). Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan metode analisis statik nonlinier (pushover) dan dinamik riwayat waktu (time history). Parameter yang dianalisis meliputi periode struktur, simpangan antar lantai, drift antar tingkat, dan gaya geser dasar. Hasil menunjukkan bahwa struktur EBF-V memiliki kekakuan lebih tinggi, dengan periode struktur lebih pendek (0494 detik), simpangan maksimum 10,35 mm, dan drift 10.80 mm. Sebaliknya, struktur CBF-X menunjukkan simpangan lebih besar (11,16 mm) dan drift 11.42 mm, namun dengan distribusi yang lebih merata, mencerminkan daktilitas dan kapasitas disipasi energi yang lebih baik. Kedua sistem masih memenuhi batas aman simpangan dan drift sesuai SNI 1726:2019. Secara keseluruhan, EBF-V lebih unggul dalam membatasi perpindahan lateral, sedangkan CBF-X lebih efektif dalam disipasi energi dan fleksibilitas struktur.
Copyrights © 2025