Daerah Irigasi (DI) Kacagan di Kabupaten Tabanan, yang merupakan bagian dari DAS Tukad Penet dengan luas layanan 180 hektar, memiliki peran krusial dalam mendukung produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi di DI Kacagan melalui analisis efisiensi dan efektivitas penyaluran air. Hasil penelitian menunjukkan kinerja sistem yang belum optimal. Efisiensi irigasi pada saluran primer (83,877%) dan saluran sekunder (83,419%) tercatat masih berada di bawah standar teknis yang direkomendasikan (90%). Lebih lanjut, analisis efektivitas irigasi menunjukkan nilai yang sangat rendah, yaitu hanya 58,065%, yang termasuk dalam kategori 'tidak efektif' (standar ideal 91%–100%). Temuan ini mengindikasikan adanya potensi kehilangan air (water losses) yang signifikan di sepanjang jaringan serta ketidakmampuan sistem dalam mendistribusikan air secara memadai ke lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan intervensi segera berupa optimalisasi pengelolaan saluran, baik melalui perbaikan fisik infrastruktur maupun peningkatan manajemen operasi dan pemeliharaan, untuk menjamin ketersediaan air bagi petani.
Copyrights © 2025