Ketahanan pangan merupakan isu krusial, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan pangan komersial. Desa Lesten, Kecamatan Pining, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tumbuhan hutan sebagai sumber pangan alternatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tumbuhan hutan menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi identifikasi tumbuhan hutan yang dapat dikonsumsi, pelatihan pengolahan pangan, serta pendampingan dalam pemasaran produk. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat tumbuhan hutan sebagai sumber pangan serta keberhasilan dalam menciptakan produk pangan berbasis tumbuhan hutan yang memiliki nilai jual. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi baru melalui pemasaran produk hasil olahan mereka.
Copyrights © 2024