Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisa Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tiji Kabupaten Pidie Tahun 2020 Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Chairanisa Anwar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1405

Abstract

Aceh menduduki peringkat tiga nasional untuk angka stunting balita, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (sulbar). Saat ini, urainya, pemerintah gencar mengampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. Sebab, prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2018 sebesar 30,8%. Berdasarkan laporan dari Puskesmas Padang Tiji Tahun 2018, balita usia 23-59 bulan yang mengalami stunting sebanyak 114 (18,4%) balita sedangkan pada Tahun 2019 meningkat menjadi 138 (20,9%) balita dengan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kejadian stunting pada anak usia 23-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Padangtiji pada tahun 2020.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan case control. Dalam penelitian yang menjadi sampel kontrol adalah balita yang datang ke Posyandu yang dipilih secara acak. Sampel penelitian ini adalah 50 kasus dan 50 kontrol , yaitu 1:1. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2020 s.d 21 Desember 2020. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square dengan melihat nilai OR dan analisa data menggunakan analisa univariate dan bivariate.Hasil penelitian pada penelitian ini adalah hubungan antara kejadian stunting dengan ASI Eksklusif (P=0.016) (OR=3.071), Berat Badan Lahir (P=0.678), Penyakit Infeksi (P=0,523) dan Jarak kelahiran (P=0.043) (OR=2.421). Kesimpulan dari penelitian ini adalah da hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dan jarak kelahiran dengan kejadian stunting pada balita usia 23-59 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Padang tiji Tahun 2020. Sarannya diharapkan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan terkait penyebab dan pencegahan stunting guna peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting serta pencegahan yang terkait dengan penyakit infeksi dalam menurunkan angka morbiditas yang dapat berdampak menjadi stunting.  Kata Kunci : Kejadian Stunting, ASI Eksklusif, BBL, Jarak Kelahiran dan penyakit Infeksi
Hubungan Pengetahuan Terhadap Perilaku Ibu Dalam Penyimpanan Asi Perah Di Posyandu Mon Singet Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 Eva Rosdiana; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.868

Abstract

ABSTRAK Penyimpanan ASI Perah yang baik dan benar masih menjadi hal yang tabu di masyarakat, sehingga ASI yang telah di perah tidak terjaga kualitasnya, bahkan sebagian ibu membuang ASI yang telah di perah karena takut kualitas ASI menjadi tidak baik. Hasil wawancara dengan 7 orang ibu yang memberikan ASI 4 di anataranya melakukan praktik ASI Perah namun hanya 2 orang yang tahu bagaimana penyimpanan ASI perah yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku ibu dalam penyimpanan ASI Perah di Psoyandu Mon Singet Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel di ambil secara accidental sampling yang berjumlah 30 responden. Penelitian di laksanakan pada tanggal 10 januari 2020. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ibu dalam penyimpanan ASI Perah dengan nilai p=0,651 (P>0,05). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat mensosialisasi tentang penyimpanan ASI Perah yang baik dan benar melalui poster-poster atau pendidikan kesehatan secara langsung khusunya kepada Ibu yang sedang menyusui. Kata Kunci : Pengetahuan, Penyimpanan ASI Perah
SOSIALISASI BATAS PENGGUNAAN OBAT (BEYOND USE DATE) KEPADA SISWA SMAN 8 BANDA ACEH Fitria Fitria; Chairanisa Anwar; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat yang telah melalui proses peracikan, pengenceran, atau pengemasan ulang  yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa produk asli. Evaluasi ini bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien, serta mencegah risiko penggunaan obat yang tidak lagi memenuhi standar kualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan, pemaparan materi, untuk siswa negeri SMAN 8 Banda Aceh yang hadir di acara penyuluhan BUD. Diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  siswa dapat mengetahui BUD sehingga membantu siswa memahami batas waktu obat tetap stabil, aman digunakan dan dapat menggunakan obat secara rasional.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
DETEKSI DINI DAN UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIRI PENDERITA HIPERTENSI UNTUK MEMANFAATKAN LAYANAN KESEHATAN KOMUNITAS Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Putri Mauliza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini terhadap hipertensi sangat penting dalam mencegah komplikasi lanjut yang berbahaya. Namun, pada kenyataannya, banyak individu yang baru mengetahui mereka menderita hipertensi setelah terjadi komplikasi. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit ini. Selain itu, meskipun layanan kesehatan untuk deteksi dan penanganan hipertensi sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan komunitas, seperti puskesmas dan posyandu, pemanfaatannya oleh masyarakat masih tergolong rendah. Faktor-faktor seperti kurangnya informasi, rasa takut, atau ketidaktahuan mengenai cara memanfaatkan layanan kesehatan sering kali menghambat akses masyarakat terhadap fasilitas yang ada. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, tetapi juga untuk mendorong perubahan perilaku yang positif dalam menjaga kesehatan. Masyarakat perlu memahami bahwa hipertensi dapat dicegah dan dikelola secara efektif jika dideteksi lebih awal. Keywords: deteksi dini, peningkatan kesadaran, penderita hipertensiEarly detection of hypertension is very important in preventing dangerous further complications. However, in reality, many individuals only find out they have hypertension after complications occur. The low level of public awareness regarding the importance of early detection and management of hypertension is a major challenge in controlling this disease. In addition, although health services for the detection and treatment of hypertension are available in various community health facilities, such as community health centers and posyandu, their utilization by the community is still relatively low. Factors such as lack of information, fear, or ignorance about how to utilize health services often hinder people's access to existing facilities. The aim of this activity is not only to increase public knowledge about hypertension, but also to encourage positive behavioral changes in maintaining health. The public needs to understand that hypertension can be prevented and managed effectively if detected early. Keywords: early detection, increasing awareness, hypertension sufferers
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN TUMBUHAN HUTAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DI DESA LESTEN KECAMATAN PINING Ardhana Yulisma; Chairanisa Anwar; Yaumi Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu krusial, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan pangan komersial. Desa Lesten, Kecamatan Pining, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tumbuhan hutan sebagai sumber pangan alternatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tumbuhan hutan menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi identifikasi tumbuhan hutan yang dapat dikonsumsi, pelatihan pengolahan pangan, serta pendampingan dalam pemasaran produk. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat tumbuhan hutan sebagai sumber pangan serta keberhasilan dalam menciptakan produk pangan berbasis tumbuhan hutan yang memiliki nilai jual. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi baru melalui pemasaran produk hasil olahan mereka.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT Chairanisa Anwar; Soraya Lestari; Chairul Iqbal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan nasional. Angka kejadian hipertensi cukup tinggi yang disebabkan oleh: gaya hidup yang tidak sehat. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%, dimana diketahui 8,36% terdiagnosis hipertensi, 32,27% tidak rutin minum obat dan 13,33% penderita hipertensi tidak minum obat. Berdasarkan survei di Lhoksukon Aceh Utara menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan kesadaran untuk meminum obat hipertensi secara rutin bagi mereka yang telah terdiagnosis hipertensi masih rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah community diagnostic untuk mengetahui masalah utama kesehatan, dilanjutkan dengan metode konseling untuk memecahkan masalah utama. Lokasi pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. KKN dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus – 12 Agustus 2022 dengan tim 2 orang; 1 dosen dan 1 mahasiswa. Berdasarkan diagnosa masyarakat, menunjukkan bahwa Hipertensi merupakan masalah utama di lokasi tersebut. Permasalahan lainnya adalah tingkat kepatuhan minum obat dan kebiasaan melakukan pemeriksaan tekanan darah yang rendah secara rutin. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan intervensi berupa penyuluhan, pemeriksaan tensi, suplai darah, alat ukur tekanan darah dan pemasangan poster pencegahan hipertensi di lokasi-lokasi strategis. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dapat ditingkatkan dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Masyarakat juga antusias untuk mengecek tekanan darah secara mandiri dengan alat yang disediakan.Kata kunci: Pengabdian masyarakat; Diagnostik Komunitas; Hipertensi, KonselingHypertension is a disease that becomes a health problem national. The incidence of hypertension cases is quite high which is caused by: unhealthy lifestyle. Based on Riskesdas 2018, prevalence hypertension in Indonesia in the population aged 18 years by 34.1%, which It is known that 8.36% have been diagnosed with hypertension, 32.27% not routinely taking medication and 13.33% of hypertensive patients did not take medication. Based on a survey in Lhoksukon Aceh Utara showed that public awareness to carry out regular blood pressure checks and awareness to take hypertension drugs regularly for those who have been diagnosed hypertension is still low. This community service aims to increase public knowledge and awareness in prevention hypertension. The method used is community diagnostics for knowing the main health problems, followed by counseling methods to solve the main problem. This community service location carried out in Lhoksukon, North Aceh Regency. Community service is held on 8 August - 12 August 2022 with a team of 2 people; 1 lecturer and 1 student. Based on community diagnostics, it shows that Hypertension is a major problem in these locations. Other problems is the level of adherence to taking medication and the habit of doing examinations blood pressure is routinely low. To solve the problem intervention was carried out in the form of counseling, pressure checks, blood supply, blood pressure measurement equipment and poster installation prevention of hypertension in strategic locations. Public knowledge and awareness in prevention efforts hypertension can be improved with this community service activity. People are also enthusiastic about checking their blood pressure independently with tools provided.Keywords: Community service; Community Diagnostics; Hypertension, Counseling
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Eva Rosdiana; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS, sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya (Ciment, 2020). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswi tentang HIV/AIDS sehingga para siswa/I dapat mencegah terjadinya HIV/AIDS. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada Siswa/I SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh pada tanggal 19 Februari 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang penyakit HIV/AIDS dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak tertular HIV/AIDS. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i sudah sering mendengar tentang penyakit HIV/AIDS namun pengetahuan mereka tentang penyebab dan cara pencegahan HIV/AIDS masih kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan ini sangat penting dilakukan.Kata Kunci : HIV/AIDSHuman Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that infects white blood cells which causes a decrease in human immunity. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity caused by HIV infection. HIV sufferers need treatment with antiretrovirals (ARVs) to reduce the amount of HIV virus in the body so that they do not enter the AIDS stage, while people with AIDS need ARV treatment to prevent opportunistic infections with various complications (Ciment, 2020). The purpose of this community service is to provide students with broader knowledge and understanding about HIV/AIDS so that students can prevent HIV/AIDS. The dedication was carried out by direct health promotion to students of SMA Negeri 9 Banda Aceh City on February 19 2023. The number of students who took part in this activity was 30 students. The results of the implementation of the activity showed that students became aware of HIV/AIDS and how to prevent them from contracting HIV/AIDS. The conclusion from the implementation of this community service is that students often hear about HIV/AIDS, but their knowledge about the causes and ways to prevent HIV/AIDS is lacking, so it can be concluded that the implementation of health promotion is very important.Keywords: HIV/AIDS
SCREENING KESEHATAN BERUPA PENGECEKAN TEKANAN DARAH, KOLESTEROL, ASAM URAT DAN GLUKOSA PADA PETUGAS DI WILAYATUL HISBAH DAN SATPOL PP ACEH Chairanisa Anwar; Soraya Lestari; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama pada 71% kematian di dunia. Penyakit ini juga disebut dengan noncommunicable disease, yang penanganannya lebih sulit dibandingkan dengan penyakit menular. Hal ini disebabkan karena PTM lebih sulit didiagnosa, membutuhkan waktu yang panjang sampai menimbulkan gejala dan etiologi yang sering tidak jelas. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mencegah munculnya gejala suatu penyakit. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di laboratorium milik pemerintah maupun swasta, atau pemeriksaan secara gratis yang dilakukan oleh institusi pendidikan kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemeriksaan dapat berupa tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Berdasarkan latar belakang terebut maka peneliti tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat berupa screening kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah pada petugas Satpol PP Provinsi Aceh. Pengabmas ini dilakukan pada hari Jumat, 11 Agustus 2023 di Kantor WH dan Satpol PP Aceh dengan 50 orang personel yang dilakukan pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Kata Kunci : screening kesehatan, personel WH dan Satpol PPNon-communicable diseases (NCDs) are the main cause of 71% of deaths in the world. This disease is also called a noncommunicable disease, which is more difficult to treat than an infectious disease. This is because PTM is more difficult to diagnose, it takes a long time to cause symptoms and the etiology is often unclear. Regular health checks can prevent symptoms of disease from appearing. Health examinations can be carried out in government or private laboratories, or free examinations carried out by health education institutions through community service activities. Examinations can include blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Based on this background, researchers are interested in carrying out community service in the form of health screening in the form of checking blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose on Aceh Province Satpol PP officers. This community service was carried out on Friday, August 11 2023 at the WH Office and Aceh Satpol PP with 50 personnel who checked blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Keywords: health screening, WH personnel and Satpol PP
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus