Program Smart Batik Empowerment dirancang untuk menjawab permasalahan rendahnya literasi digital dan keterbatasan kapasitas pemasaran daring pengrajin batik di Desa Pungsari, Sragen. Sebagian besar pengrajin masih mengandalkan metode penjualan konvensional, belum memahami strategi branding digital, serta belum memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam promosi produk. Kondisi ini menyebabkan jangkauan pasar terbatas dan daya saing menurun di era digital. Program ini menawarkan solusi berupa asesmen kebutuhan, pelatihan digital marketing, workshop pemanfaatan AI untuk pembuatan konten dan deskripsi produk, implementasi website kolektif, serta pendampingan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah participatory action approach berbasis experiential learning dengan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi digital dan keterampilan pemasaran. Hasil menunjukkan peningkatan literasi digital sebesar 50,6%, terbentuknya 15 akun Instagram Business aktif, serta implementasi website “sentrabatikpungsari.com” sebagai marketplace kolektif. Program ini membuktikan bahwa AI berperan sebagai enabler strategis dalam memperkuat storytelling budaya, konsistensi branding, dan perluasan pasar tanpa menghilangkan nilai tradisional batik.
Copyrights © 2026