Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur serta implikatur yang terdapat dalam dialog film Indonesia sebagai representasi penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi sosial. Kajian ini berlandaskan teori pragmatik, khususnya teori tindak tutur (speech act theory) oleh Searle dan konsep implikatur percakapan oleh Grice. Data penelitian diperoleh melalui metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis transkrip dialog dari beberapa film Indonesia modern yang menampilkan keragaman gaya bahasa, konteks sosial, dan situasi tutur. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) serta menafsirkan makna tersirat yang muncul melalui implikatur percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Indonesia, tuturan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi antar tokoh, tetapi juga sebagai media representasi nilai-nilai sosial, budaya, dan ideologi masyarakat. Jenis tindak tutur yang dominan ditemukan adalah tindak tutur direktif dan ekspresif yang mencerminkan dinamika hubungan sosial antar tokoh. Sementara itu, implikatur percakapan sering digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, humor, atau sindiran secara implisit, yang menunjukkan adanya kreativitas linguistik dalam menciptakan efek komunikasi yang lebih natural dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis pragmatik terhadap dialog film dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi komunikasi, relasi kekuasaan, dan makna tersirat dalam bahasa Indonesia kontemporer.
Copyrights © 2025