Latar belakang : Hipertensi menjadi suatu penyebab mortalitas dan morbilitas di Indonesia, dan penatalaksanaan farmakologinya dengan penggunaan obat anti hipertensi sangat umum dilakukan diberbagai tingkat fasilitas kesehatan, adapun pengobatan non farmakologis sebagai pelengkap pengobatan farmakologis yaitu foot massage dan aromaterapi lemon kerena bisa melancarkan peredaraan darah keseluruh tubuh. Tujuan mengidentifikasi tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian intervensi, menganalisis pengaruh kombinasi pemberian foot massage dangan aromaterapi lemon terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian quasy experimental design, two group pre test post test design, populasi 77 responden, sample 30 responden, teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan tensimeter digital dan lembar observasi, menggunakan uji wilcoxon pada kelompok berpasangan. Hasil : Ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi foot massage dan aromaterapi lemon, pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol selisih tekanan darah sistolik sebesar 7,60 sedangkan diastolik sebesar 7,74. Dan hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi sistolik dan diastolik p-value 0,001<0,005 sedangkan pada kelompok kontrol sistolik dan diastolik p value 0,001<0,005. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistolik p value 0,018 diastolik p value 0,015. Kesimpulan : Sebagian besar tekanan darah sebelum dilakukan intervensi sistolik dan diastolik dengan status hipertetensi stadium I dan stadium II, sesudah status hipertensi, normal, pra-hipertensi, stadium I dan stadium II ,ada pengaruh kombinasi pemberian foot massage dan aromaterapi lemon terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dan paling besar sistolik intervensi terdapat di stadium I yaitu 53.3% sedangkan diastolik terdapat 80.0%
Copyrights © 2025