Hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah melebihi batas normal (sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg). Penyakit ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Salah satu terapi alternatif yang mulai dimanfaatkan adalah rebusan tanaman ciplukan (Physalis angulata), yang dipercaya memiliki efek menurunkan tekanan darah. Tujuanya adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan tanaman ciplukan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Madurejo, Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil pre test, tekanan darah responden sebagian besar berada pada kategori hipertensi ringan (56,7%), dan hasil post test setelah diberikan rebusan ciplukan, mayoritas responden mengalami penurunan tekanan darah hingga kategori optimal (56,7%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,008 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi rebusan ciplukan terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian selanjnya tidak hanya berfokus pada efek rebusan tanaman ciplukan terhadap penurunan tekanan darah, tetapi juga mempertimbangkan untuk mengeksplorasi pengaruhnya terhadap kualitas tidur pada pasien dengan hipertensi.
Copyrights © 2026