Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi kedua akibat kanker di Indonesia. Meskipun kasusnya lebih umum terjadi pada perempuan usia dewasa, remaja putri juga memiliki risiko yang signifikan akibat perubahan hormonal selama masa pubertas. Salah satu metode deteksi dini yang sederhana dan efektif adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Namun, tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Gamping, diketahui bahwa 71,4% siswi belum memahami deteksi dini kanker payudara maupun cara melakukan SADARI. Minimnya intervensi edukatif yang sesuai dengan karakteristik remaja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini diangkat dengan mempertimbangkan perlunya media edukasi berbasis teknologi yang menarik, seperti video edukasi, yang mampu menyampaikan informasi secara visual dan mudah dipahami oleh kalangan remaja. Tujuan: Mengetahui pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 48 siswi kelas IX SMP Negeri 2 Gamping, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi video edukasi, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah diberikan video edukasi (p < 0,05). Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Media ini layak dijadikan alternatif metode edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
Copyrights © 2026