Sebagai lembaga yang berakar pada visi keilmuan Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization) memiliki komitmen dalam pengembangan khazanah intelektual islam yang berlandaskan ilmu dan adab, tidak hanya melalui buku-buku maupun manuskrip fisik namun juga dalam bentuk digitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip kuno menjadi kebutuhan penting, sebab manuskrip tidak hanya merupakan peninggalan masa lampau, tetapi juga menyimpan data, wawasan, dan referensi penting bagi rekonstruksi keilmuan yang belum sepenuhnya diketahui. Fokus penelitian ini diarahkan pada peran perpustakaan Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam mengelola koleksi manuskrip klasik dan mendokumentasikannya dalam bentuk digital sebagai upaya mempertahankan tradisi intelektual islam di era global. Metode yang digunakan kualitafif-lapangan dengan data utama diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan pustakawan ISTAC. Wawancara ini diperkuat dengan tinjauan literatur dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan yang membahas topik terkait.
Copyrights © 2025