AbstrakKekerasan dan bullying masih menjadi tantangan serius di sekolah dasar, termasuk pada sekolah Islam terpadu. Rendahnya literasi anti bullying pada siswa dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikososial anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anti bullying pada siswa SD Islam Terpadu Fajar Hidayah Aceh Besar melalui pendekatan permainan tradisional Aceh Ingke (Engklek). Metode pelaksanaan menggunakan model partisipatif, melibatkan siswa kelas IV–V, guru, dan orang tua dalam bentuk sosialisasi, praktik permainan, serta refleksi nilai-nilai anti bullying. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep bullying, keterampilan sosial yang lebih baik, serta sikap saling menghargai. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam menanamkan literasi anti bullying pada anak usia sekolah dasar.Kata kunci: literasi anti bullying, permainan tradisional, Ingke, siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2025