Ekosistem kerja yang terstruktur pada Bank Sulteng, kompetensi mana yang sesungguhnya menggerakkan kinerja. Lalu bagaimana peran etika kerja cerdas sebagai pemoderator dalam mengarahkan pengaruh kecerdasan interpersonal, disiplin kerja, dan kerjasama tim terhadap kinerja. Penelitian ini dilakukan pada seluruh karyawan Bank Sulteng di Kota Palu sebanyak 195 sampel. Temuan penelitian yaitu disiplin kerja dan etika kerja cerdas terbukti sebagai penggerak kinerja yang langsung dan kuat. Sebaliknya, kecerdasan interpersonal dan kerjasama tim, yang secara konvensional dianggap penting, tidak terbukti secara statistik mampu mendongkrak kinerja secara langsung. Etika kerja cerdas bertindak sebagai kekuatan penyeimbang, secara signifikan memperkuat dampak positif disiplin kerja. Di sisi lain, etika kerja cerdas justru melemahkan hubungan positif kerjasama tim terhadap kinerja, dan menunjukkan tren serupa terhadap kecerdasan interpersonal. orisinalitas terletak pada pendekatan kontinjensi yang menempatkan etika kerja cerdas sebagai kemampuan utama yang mengarahkan kemampuan lain, terutama di Bank Sulteng. mplikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya memperbaiki sistem penilaian kinerja agar tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kontribusi non-teknis. Selain itu, program pelatihan perlu dirancang untuk menggabungkan keterampilan teknis dengan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Copyrights © 2026