Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan menuntut kesiapan kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Hasil observasi awal di SMPN 17 Jakarta menunjukkan bahwa sebagian guru masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran diferensiasi, penyusunan modul ajar, serta penerapan asesmen formatif sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini melibatkan 35 guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan modul ajar, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test serta analisis produk modul ajar yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka dengan rata-rata skor pre-test sebesar 62,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, guru mampu menyusun modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen autentik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru serta memperkuat kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih efektif.
Copyrights © 2023