Fenomena populasi lansia meningkat dialami banyak negara di dunia, lansia perlu adanya perhatian khusus pada masalah kesehatan. Masalah kesehatan lansia disebabkan oleh penurunan fungsi berkaitan dengan proses penuaan salah satunya perubahan psikologis. Lansia membutuhkan perhatian khusus dari keluarganya, tidak semua keluarga bisa memperhatikan lansia karena waktu mereka habis untuk bekerja, lansia pada akhirnya tinggal di panti. Lansia yang hidup dengan keluarga dengan lansia yang tinggal dipanti berbeda dari kepuasaan dan perasaannya. Dampak lansia yang tinggal di panti lebih rentan terkena depresi. Depresi lansia memerlukan penanganan serius, salah satu cara menurunkan tingkat depresi pada lansia yaitu dengan Therapy Reminiscence. Penelitian ini menggunakan desain pre experimental dengan rancangan one-group pre and post test without control group design. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu lansia yang tinggal di panti yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 15 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan ingkat depresi lansia sebelum diberikan thrapy reminiscence rata-rata 9,40 sedangkan sesudah diberikan thrapy reminiscence rata-rata 6,33. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai P value 0,001 <0,05. Penelitian ini dapat disumpulkan terdapat pengaruh Therapy Reminiscence terhadap tingkat depresi pada lansia, diharapkan perawat gerontik khususnya di panti dapat menggunakan therapy reminiscence sebagai intervensi yang dapat menurunkan tingkat depresi lansia di Panti Pelayanan Sosial Lansia Bojongbata Pemalang.
Copyrights © 2024