Pasien gagal ginjal kronik membutuhkan terapi hemodialisa untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Pasien yang menjalani hemodialisa harus melakukan pembatasan cairan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian yaitu pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan sebesar 70 orang dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan The Fluid Control in Hemodialysis Patients (FCHPS). Analisis data menggunakan univariat. Tata-rata umur responden 50,81 tahun, 54,3% responden berjenis kelamin laki-laki, 37,1% responden telah menjalani hemodialisa > 3 tahun, 32,9% responden berpendidikan dasar, 95,7% responden menikah dan rata-rata peningkatan berat badan (IDGW) sebesar 1,44 kg. Kepatuhan pembatasan cairan diperoleh rata-rata kepatuhan pembatasan cairan responden 49,34. Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik cenderung ke arah patuh, namun responden masih mengalami peningkatan berat badan. Perawat disarankan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa agar tetap memberikan edukasi tentang pembatasan cairan agar pasien dapat memperoleh manfaat hemodialisa secara optimal bagi kesehatannya.
Copyrights © 2025