Penerapan manajemen risiko K3 menjadi aspek krusial dalam menjamin keselamatan dan keberlangsungan proyek konstruksi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Fokus analisis mencakup tingkat penerapan K3, identifikasi dan evaluasi risiko berdasarkan dokumen IBPRP, pengaturan jalur evakuasi, serta estimasi biaya pelaksanaan K3. Hasil menunjukkan bahwa tingkat penerapan K3 berada pada kategori memuaskan dengan nilai sebesar 87,60%. Evaluasi risiko awal menunjukkan 17,76% pekerjaan tergolong risiko tinggi, yang seluruhnya berhasil ditekan menjadi 0% setelah pengendalian. Risiko sedang tercatat sebesar 28,50% dan risiko rendah sebesar 71,50%. Jalur evakuasi telah dirancang berdasarkan zona potensi bahaya, dengan titik kumpul dan alat pemadam kebakaran yang tersebar secara strategis. Estimasi biaya pelaksanaan K3 sebesar Rp2.340.306.800,00 mencakup sembilan komponen utama, seperti penyediaan APD, pelatihan, serta fasilitas evakuasi dan darurat. Penerapan manajemen risiko K3 dalam proyek ini dinilai efektif. Namun, evaluasi berkala dan optimalisasi penggunaan anggaran tetap diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaan K3 selama proyek berlangsung.
Copyrights © 2026