Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan disiplin siswa melalui pola pendidikan pengasuh di Pesantren Baiturrahmat, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan fenomena dan realitas sosial yang terjadi di lingkungan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini terdiri dari pengasuh, pengelola, dan siswa di Pesantren Baiturrahmat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin siswa dibentuk melalui teladan pengasuh sebagai tokoh sentral dalam pendidikan pesantren. Strategi yang diterapkan meliputi teladan, pembiasaan kegiatan keagamaan, penerapan peraturan dan sanksi pendidikan, pemberian nasihat, dan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola. Nilai-nilai utama yang ditanamkan adalah nilai tauhid (monoteisme) dan istiqomah (konsistensi) melalui ibadah berjamaah dan kegiatan sehari-hari siswa. Keberhasilan strategi-strategi ini didukung oleh latar belakang siswa yang homogen, sementara hambatan utama muncul dari penggunaan media sosial yang berlebihan.
Copyrights © 2026