Jurnal Kelautan Tropis
Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS

Ethno Tide Masyarakat Pesisir Indonesia Timur Dalam Menentukan Penanggalan Hijriah

Salnuddin, Salnuddin (Unknown)
Wahidin, Nurhalis (Unknown)
Alhadad, Muhammad Said (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2026

Abstract

Masyarakat Indonesia timur menentukan penanggalan hijriah selain melihat ukuran cakram bulan, mereka juga mengamati perubahan pasang surut terhadap waktu shalat fardhu. Pengetahuan mereka dalam menerjemahkan fenomena pasang surut disebut dengan ethno-tide. Diperlukan identifikasi karakter pasang surut sebagai buktian kebenaran ilmiah dari ethno tide tersebut. Ethno tide masyarakat indoinesia Timur adalah suatu kebenaran ilmiah. Konsistensi waktu terjadinya Tsw terhadap waktu shalat relatif kecil (deviasi < 44 menit. Waktu terjadinya slack water (TSW), merupakan indikator penciri dari umur bulan dan effektif (sederhana) dalam menentukan penanggalan hijriah. Waktu Tsw pada peak II (siang hari) lebih effektif mengidentifikasi umur bulan dibandingkan Tsw yang terjadi di peak I (malam hari). Setiap TSw yang terjadi pada rentang waktu shalat fardhu menginformasikan umur bulan dalam satu fase bulan tertentu. Umur bulan dari fase bulan baru (BB) ke fase kuartil 1 (BB-KW1) untuk penanggalan 1 – 5 H lebih efektif diperlihatkan Tsw-SI yang terjadi antara Shalat Ashar dan Isha. Slack water untuk penanggalan di fase kuartil I (5 – 10 H) terjadi dalam rentang shalat shubuh ke Ashar oleh Tsw-SII.  Rata-rata pergeseran Tsw harian awal bulan hijriah sebesar 48 menit yang mendekati pergeseran saat fase purnama (49 menit). Pergeseran harian saat fase kuartil 1 (01:23) lebih kecil dibandingkan kuatil 2 (02:50) sedangkan saat fase akhir bulan (bulan mati) sebesar 53 menit 

Copyrights © 2026