Alhadad, Muhammad Said
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ethno Tide Masyarakat Pesisir Indonesia Timur Dalam Menentukan Penanggalan Hijriah Salnuddin, Salnuddin; Wahidin, Nurhalis; Alhadad, Muhammad Said
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30982

Abstract

Masyarakat Indonesia timur menentukan penanggalan hijriah selain melihat ukuran cakram bulan, mereka juga mengamati perubahan pasang surut terhadap waktu shalat fardhu. Pengetahuan mereka dalam menerjemahkan fenomena pasang surut disebut dengan ethno-tide. Diperlukan identifikasi karakter pasang surut sebagai buktian kebenaran ilmiah dari ethno tide tersebut. Ethno tide masyarakat indoinesia Timur adalah suatu kebenaran ilmiah. Konsistensi waktu terjadinya Tsw terhadap waktu shalat relatif kecil (deviasi < 44 menit. Waktu terjadinya slack water (TSW), merupakan indikator penciri dari umur bulan dan effektif (sederhana) dalam menentukan penanggalan hijriah. Waktu Tsw pada peak II (siang hari) lebih effektif mengidentifikasi umur bulan dibandingkan Tsw yang terjadi di peak I (malam hari). Setiap TSw yang terjadi pada rentang waktu shalat fardhu menginformasikan umur bulan dalam satu fase bulan tertentu. Umur bulan dari fase bulan baru (BB) ke fase kuartil 1 (BB-KW1) untuk penanggalan 1 – 5 H lebih efektif diperlihatkan Tsw-SI yang terjadi antara Shalat Ashar dan Isha. Slack water untuk penanggalan di fase kuartil I (5 – 10 H) terjadi dalam rentang shalat shubuh ke Ashar oleh Tsw-SII.  Rata-rata pergeseran Tsw harian awal bulan hijriah sebesar 48 menit yang mendekati pergeseran saat fase purnama (49 menit). Pergeseran harian saat fase kuartil 1 (01:23) lebih kecil dibandingkan kuatil 2 (02:50) sedangkan saat fase akhir bulan (bulan mati) sebesar 53 menit