Agroekologi merupakan suatu konsep sekaligus praktik pertanian yang berpegangan pada budaya dan pengetahuan lokal untuk menguatkan modal sosial dan menjadi bagian dari gerakan sosial global. Praktik agroekologi menjadi satu strategi dalam sistem pertanian berkelanjutan berupa intervensi prinsip ekologis ke dalam seluruh aktivitas budidaya. Sementara itu, pertanian industrial telah meminggirkan peran perempuan mulai dari proses produksi sampai konsumsi. Di sisi lain, keterlibatan mereka dalam program dan pengambilan kebijakan publik masih rendah. Bahkan beberapa program pemerintah malah mendomestikasi perempuan. Dasar keilmuan terkait agroekologi memiliki dua perspektif, yaitu ekologis dan sosio-ekonomis. Konsep agroekologi dipakai untuk melihat peran perempuan dalam kerja pertanian dan penyediaan pangan keluarga. Konsep ini diharapkan mampu membangun lingkungan yang berkesetaraan gender, baik dalam pertanian tradisional maupun modern. Riset Aksi Partisipatif dipakai dalam pengabdian ini sebagai sebuah proses pembelajaran untuk mencari solusi atas permasalahan di masyarakat yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bawang Asri di Kota Kediri dalam wawancara, observasi dan diskusi serta Pelatihan berjudul Agroekologi dan Kedaulatan Pangan, serta kampanye dan membangun jaringan mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Hasilnya berupa perubahan pola pikir, sikap, ataupun tindakan dari anggota KWT dari bertani dengan teknik modern menjadi agroekologis atas dukungan keluarga dan masyarakat sehingga memberdayakan mereka dalam perannya memproduksi pangan bagi keluarga. Agroekologi sebagai suatu konsep praktikal sekaligus gerakan sosial ideal untuk mencapai kedaulatan pangan suatu negara dimulai dari tingkat keluarga
Copyrights © 2026