Penelitian dengan judul Bhumi Mata: Ekspresi Persembahan dalam Bentuk Karya Tari Virtual merupakan penciptaan karya tari Bhumi Mata yang termotivasi dari situasi alam pada saat pandemi Covid-19. Bumi sedang berduka, untuk itu penciptaan karya tari Bhumi Mata hadir sebagai wujud ungkapan persembahan, doa kepada alam, menyampaikan rasa penghormatan kepada alam semesta sebagai Ibu Pertiwi. Dilandasi dengan pemahaman tentang konsep ekologi Hindu yang dikenal dengan Tri Hita Karana, sebuah ajaran falsafah Hindu sebagai tuntunan menjaga jalinan keharmonisan, dan penyelarasan dengan alam semesta. Karya ini diharapkan dapat menggugah dan mengajak umat manusia untuk membangkitkan rasa keterhubungan antara manusia dengan alam semesta. Penciptaan karya tari Bhumi Mata juga bertujuan memaparkan sebuah proses penciptaan sebagai alternatif pertunjukkan karya virtual. Hadir dalam bentuk karya eksperimental dengan menggunakan pendekatan tari video dan alih wahana. Memadukan elemen-elemen keindahan seperti gerak, musik, properti tari, tata rias busana, dan penggunaan area pentas. Dalam proses penggarapan karya tari mengacu pada metodologi penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah, serta menggunakan metode penggarapan tari video yang merupakan karya tari berbasis sinematografi yang ditangkap kamera.Bhumi Mata, ekspresi persembahan, tri hita karana, tari virtual
Copyrights © 2025