Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Selendang Sutera sebagai Media Kreativitas untuk Menanamkan Solidaritas dan Rasa Kebangsaan Mahasiswa Nusantara Arindyasari, Putu Ayu; Pusparini, Ni Made Tirta Baira; Rohmah, Irta Hayyin Nur; Luthfiana, Alfiya Mar'ata; Winarti, Tutik
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11526

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudhayan) DI Yogyakarta yang melibatkan 34 IKPM di Yogyakarta. Fokus kajian dilakukan pada bentuk sajian karya seni dan perannya dalam menanamkan rasa solidaritas dan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif analitik. Adapun tahap penelitian yang dilakukan meliputi tahap pra-lapangan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan tulisan. Hasil yang didapat yaitu, bentuk sajian Program Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera dari tahun ke tahun tidak pernah lepas dari akar budaya tradisi daerahnya. Bentuk sajian tampak pada pemilihan tema, komposisi penari, pola lantai, property, dan musik yang digunakan. Terdapat beberapa pengembangan bentuk pola gerak tari tradisi menjadi gerak kreasi baru, serta pengembangan komposisi bentuk seperti lifting/akrobatik sesuai dengan jiwa jaman para pelakunya. Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera merupakan ajang bagi generasi muda Indonesia yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta untuk bersatu, mempererat solidaritas kelompok maupun bersama untuk kemajuan negara dan bangsa. Kata kunci: Selendang Sutera, IKPM, solidaritas, kebangsaan AbstractThis article describes the Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera Program, organized by the DI Yogyakarta Culture Service (Kundha Kabudhayan), which involves 34 IKPM in Yogyakarta. The focus of the study was on the form of presentation of works of art and its role in instilling a sense of solidarity and nationality. This research uses qualitative methods, which are presented in analytical descriptive form. The research stages include pre-field, data collection, data analysis, and writing preparation. The results obtained are that the presentation of the Silk Shawl Ethnic Cultural Degree Program from year to year has never been separated from the traditional cultural roots of the region. The form of the presentation can be seen in the choice of theme, composition of dancers, floor pattern, props, and music used. There are several developments in the form of traditional dance movement patterns into new creative movements, as well as the development of compositional forms such as lifting/acrobatics in accordance with the spirit of the times of the performers. The Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera Program event is an opportunity for the young generation of Indonesia studying in Yogyakarta to unite, strengthen group solidarity, and work together for the country's and nation's progress. Keywords: Selendang Sutera, IKPM, solidarity, nationality
BHUMI MATA: Ekspresi Persembahan Dalam Bentuk Karya Tari Virtual Astini, Ni Kadek Rai Dewi; Arsana, I Nyoman Cau; Arindyasari, Putu Ayu
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.17642

Abstract

Penelitian dengan judul Bhumi Mata: Ekspresi Persembahan dalam Bentuk Karya Tari Virtual merupakan penciptaan karya tari Bhumi Mata yang termotivasi dari  situasi alam pada saat pandemi Covid-19. Bumi sedang berduka, untuk itu penciptaan karya tari Bhumi Mata hadir sebagai wujud ungkapan persembahan, doa kepada alam, menyampaikan rasa penghormatan kepada alam semesta sebagai Ibu Pertiwi. Dilandasi dengan pemahaman tentang konsep ekologi Hindu yang dikenal dengan Tri Hita Karana, sebuah ajaran falsafah Hindu sebagai tuntunan menjaga jalinan keharmonisan, dan penyelarasan dengan alam semesta. Karya ini diharapkan dapat menggugah dan mengajak umat manusia untuk membangkitkan rasa keterhubungan antara manusia dengan alam semesta. Penciptaan karya tari Bhumi Mata juga bertujuan memaparkan sebuah proses penciptaan sebagai alternatif pertunjukkan karya virtual. Hadir dalam bentuk karya eksperimental dengan menggunakan pendekatan tari video dan alih wahana. Memadukan elemen-elemen keindahan seperti gerak, musik, properti tari, tata rias  busana, dan penggunaan area pentas. Dalam proses penggarapan karya tari mengacu pada metodologi penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah, serta menggunakan metode penggarapan tari video yang merupakan karya tari berbasis sinematografi yang ditangkap kamera.Bhumi Mata,  ekspresi persembahan, tri hita karana, tari virtual