Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi profil berpikir kritis siswa laki-laki (TL) dan perempuan (TP) berkemampuan matematika tinggi di SMP Negeri 2 Banawa dalam menyelesaikan masalah Teorema Pythagoras. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil ujian semester gasal. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara semistruktur menggunakan instrumen yang telah divalidasi pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek memenuhi enam indikator berpikir kritis menurut Ennis: Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, dan Overview. Pada indikator Focus, keduanya mampu mengidentifikasi informasi relevan secara logis. Untuk Reason, TL memberikan penalaran praktis, sementara TP lebih detail dan konseptual. Pada Inference, keduanya mampu menarik simpulan, meski TP lebih eksplisit. Dalam indikator Situation, TL menerapkan konsep secara langsung, sedangkan TP menunjukkan aplikasi yang lebih luas. Terkait Clarity, penjelasan TP lebih terstruktur dibandingkan TL yang ringkas namun logis. Pada Overview, TP melakukan tinjauan aktif dengan representasi visual, sementara TL memverifikasi melalui perhitungan langsung. Meskipun memiliki tingkat kemampuan matematika yang sama, ditemukan perbedaan proses berpikir kritis pada keduanya. Perbedaan tersebut terlihat pada strategi penyelesaian masalah, cara mengungkapkan penalaran, serta kejelasan tahapan solusi yang dihasilkan.
Copyrights © 2026