Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara academic stress dan kecenderungan social media addiction pada siswa setara sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 383 siswa kelas XII yang dipilih melalui teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah educational stress scale for adolescents (ESSA) oleh Sun (2011) untuk alat ukur academic stress yang di ukur berdasarkan lima aspek yaitu, pressure from study, workload, worry about grades, self-expectation stress dan despondency dan untuk social media addiction bergen social media addiction scale (BSMAS) oleh Andreassen (2017) yang akan diukur berdasarkan 6 aspek salience, mood modification, tolerance, withdrawal symptoms, conflict, dan relapse. Uji korelasi menggunakan Spearman’s rho dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya korelasi yang positif antara academic stress dengan social media addiction, dengan koefisien korelasi r = 0,550 dengan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Oleh karena itu hipotesis alternative diterima dan hipotesis nol ditolak. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa semakin tinggi tingkat academic stress , maka semakin tinggi juga kecenderungan social media addiction yang terjadi pada siswa setara sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK). Penelitian ini penting bagi siswa untuk meningkatkan pemahamannya terkait dampak dari academic stress sehingga bisa terhindarkan dari resiko kecenderungan social media addiction.
Copyrights © 2026