ABSTRACT This study aims to describe the strategies used by principals in strengthening character education and school culture in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a phenomenological research design to explore the strategies used by principals in strengthening character education and school culture. The research subjects consisted of 10 principals in Karangasem District, Karangasem Regency. Data collection techniques were carried out through interviews. Data analysis used interactive data analysis methods, which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the principal's strategies in strengthening character education and school culture were carried out through: (1) continuous reinforcement and reminders as a strategy to foster students' character awareness, (2) assigning responsibilities through guard duty activities as a strategy to foster cooperation, (3) collaboration with external parties in strengthening character education, (4) instilling the 5S (smile, greet, say hello, be polite, and be courteous) as part of the school culture, (5) strengthening school culture through extracurricular activities based on Balinese local wisdom, (6) regular prayer as a religious cultural practice at school, (7) strengthening school culture through coaching students in competitions based on Balinese local wisdom, and (8) the exemplary behavior of the principal and teachers as role models. These strategies have proven to be effective. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologi untuk menggali strategi kepala sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya sekolah. Subjek penelitian terdiri dari 10 kepala sekolah yang berada di Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara. Analisis data menggunakan metode analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya sekolah dilakukan melalui: (1) penguatan dan pengingat berkelanjutan sebagai strategi menumbuhkan kesadasaran karakter peserta didik, (2) pemberian tanggung jawab melalui kegiatan piket sebagai strategi menumbuhkan kerja sama, (3) kolaborasi dengan pihak eksternal dalam penguatan pendidikan karakter, (4) penanaman budaya 5s (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) sebagai bagian dari budaya sekolah, (5) penguatan budaya sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler berkearifan lokal bali, (6) persembahyangan rutin sebagai praktik budaya religius di sekolah, (7) penguatan budaya sekolah melalui pembinaan peserta didik pada lomba berkearifan lokal Bali, dan (8) keteladanan kepala sekolah dan guru sebagai role model. Strategi tersebut terbukti dapat membentuk lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kepemimpinan kepala sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya sekolah di sekolah dasar.
Copyrights © 2026