Platform media sosial, khususnya TikTok, membuka peluang bagi individu untuk mengekspresikan diri, termasuk ekspresi gender, sekaligus memicu berbagai respons dari para audiens. Salah satu kreator yang aktif dalam berinteraksi dengan pengikutnya ialah Oki Ardian atau disebut sebagai Ka Itwil. Ia sering merespons pertanyaan dari audiensnya dan membahas pengalaman kegiatan sehari-hari melalui konten edukatif yang dibagikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang melibatkan analisis berbagai sumber terkait gender, media sosial, serta respons audiens dalam ruang digital. Analisis dilakukan dengan mengacu teori performativitas gender dari Judith Butler, yang melihat gender sebagai identitas yang terbentuk melalui tindakan, cara memperlihatkan tubuh, dan praktik sosial dilakukan berulang kali. Hasil kajian menunjukkan bahwa konten edukasi yang disampaikan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan nasihat bagi pengikutnya, tetapi memunculkan variasi respons audiens yang dipengaruhi oleh norma sosial mengenai gender. Beberapa audiens menunjukkan dukungannya dan merasa terhubung karena penyampaian yang bisa berkomunikasi dengan baik, sedangkan kelompok lain memberikan kritik karena merasa ekspresi itu tidak sesuai dengan norma gender yang berlaku. Temuan ini menunjukkan media sosial menjadi ruang transaksi dan interaksi sosial, dimana ekspresi gender, nilai-nilai budaya, dan interpretasi audiens saling berinteraksi dalam membentuk makna di ruang digital.
Copyrights © 2026