Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan batu kali dan beton sebagai bahan konstruksi saluran irigasi berdasarkan aspek efektivitas aliran air, biaya konstruksi, dan ketahanan struktural. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan kinerja kedua material dalam mendukung fungsi saluran irigasi. Lokasi penelitian berada di Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta analisis terhadap kondisi fisik saluran irigasi yang ada. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membandingkan karakteristik teknis dan ekonomis dari saluran yang menggunakan batu kali dan beton sebagai material konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran irigasi berbahan beton memiliki keunggulan dalam hal efisiensi hidraulik, ketahanan struktur, serta tingkat kebocoran yang lebih rendah sehingga mampu mendistribusikan air secara lebih stabil dan efisien. Di sisi lain, saluran yang menggunakan batu kali memiliki keunggulan pada biaya konstruksi awal yang relatif lebih rendah serta kemudahan dalam proses pembangunan karena memanfaatkan material lokal yang tersedia di sekitar lokasi dan tenaga kerja setempat. Oleh karena itu, pemilihan material saluran irigasi perlu mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, ketersediaan anggaran, serta kebutuhan pemeliharaan dan keberlanjutan sistem irigasi dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026